Catatan Kuliahku


Teori kepribadian Psikoanalisis Sosial karen Horney
Pada mulanya Horney adalah pengikut  Freud, yang  kemudian terpengaruh oleh Jung dan Adler. Akhirnya dia mengembangkan pendekatan kepribadian yang holistik;  manusia berada dalam satu totalitas 
penga-laman dan  fungsinya, dan bagian-bagian keprbadian seperti  fisikokimia, emosi, kognisi, sosial, kultural,  spiritual, hanya dapat dipelajari dalam hubungannya  satu dengan yang lain sebagai kepribadian yang utuh.
Psikoanalitik teori Karen Horney mengembangkan salah  satu teori yang paling terkenal dari neurosis. Dia  percaya neurosis yang dihasilkan dari kecemasan dasar yang disebab
kan oleh hubungan interpersonal. Teorinya mengusulkan bahwa strategi yang
 digunakan untuk  mengatasi kecemasan seringkali digunakan secara  berlebihan, menyebabkan mereka mengambil bentuk  kebutuhan.
Menurut Horney, kecemasan dasar (karena neurosis)  dapat terjadi akibat berbagai hal, diantaranya adalah dominasi langsung atau tidak langsung, ketidakpedulian, perilaku tak menentu, kurangnya rasa hormat untuk  kebutuhan individu anak, kurangnya bimbingan yang  nyata, sikap meremehkan, terlalu banyak kekaguman atau tidak adanya itu, kurangnya kehangatan, harus  berpihak dalam perselisihan orang tua, terlalu banyak atau terlalu sedikit tanggung jawab, perlindungan  lebih, terpisah dari anak-anak lain, ketidak adilan,  diskriminasi, ingkar janji, suasana bermusuhan,  dan  seterusnya.
 Pentingnya Pengalaman Masa Kanak-kanak.
Horney percaya bahwa konflik neurotik dapat muncul  dari hampir semua tahapan perkembangan, tetapi masa  kanak-kanak adalah masa dimana sebagian besar  masalah timbul.  Peristiwa-peristiwa traumatis yang berbeda- beda seperti pelecehan seksual, pemukulan, penolakan, pengabaian  dapat mempengaruhi perkembangan anak di  masa depan. Menurut Horney pengalamn-pengalaman yang  merusak tersebut hampir selalu  ditimbulkan oleh kurangnya kehangatan dan kasih sayang yang tulus dari orang tua.
Hipotesis Horney adalah masa kanak-kanak yang berat  berperan penting  dalam menimbulkan  kebutuhan-kebutuhan neurotik. Kebutuhan ini merupakan satu-satunya cara bagi sang anak untuk mendapatkan perasaan aman .  Horney berpendapat bahwa keseluruhan pengalaman- pengalaman masa kanak-kanak membentuk struktur  karakter tertentu, atau juga memulai perkembangannya. Sikap-sikap terhadap orang lain di masa dewasa bukan  merupakan pengulangan dari sikap-sikap yang dilakukan di masa bayi, melainkan timbul dari struktur karakter yang dasarnya berkembang pada masa kanak-kanak.
 Kecemasan dan Konflik
 Menurut Horney semua orang mengalami creature enxiety, perasaan kecemasan yang normal muncul pada masa bayi, ketika bayi lahir dalam keadaan tak berdaya dan  rentan itu dihadapkan dengan kekuatan alam yang keras dan tidak  bisa dikontrol. Bimbingan yang penuh kasih sayang dan cinta pada awal kehidupan membantu bayi  belajar menangani  situasi bahaya itu. Sebaliknya,  tanpa  bimbingan yang memadai bayi akan mengembangkan basic  anxiety basic hostility dan terkadang neurotic  distress.
 Kecemasan Dasar dan Permusuhan Dasar
 Kecemasan dasar berasal dari takut, suatu peningkatan yang berbahaya dari perasaan tak berteman dan tak  berdaya dalam dunia penuh ancaman. Kecemasan dasar  selalu dibarengi dengan Permusuhan dasar berasal dari perasaan marah, suatu predisposisi untuk mengantisipa-sibahaya dari orang lain dan untuk mencurigai orang  lain. Bersama-sama kecemasan dan permusuhan membuat  orang yakin bahwa dirinya harus dijaga untuk melindungi kelemahannya.
Kecemasan dan permusuhan cenderung direpres, atau  dikeluarkan dari kesadaran, karena menunjukkan rasa takut bisa membuka kelemahan diri, dan menunjukkan rasa marahberesiko dihukum dan kehilangan cinta dan keaman-an.Bayi kemudian mengalami proses melingkar, yang oleh Horney dinamakan lingkaran setan atau vicious  circle
Konflik Interpersonal
 Konflik adalah pertentangan antar kekuatan yang  berhadapan dalam fungsi manusia, yang tidak dapat  dihindari. Mengalami konflik tidak berarti mengidap  neurotik. Konflik dalam diri sendiri adalah bagian  integral dari kehidupan manusia, misalnya bila dihadapkan pada pilihan  dua keinginan yang arahnya berbeda. Perbedaan konflik normal dengan konflik neurotik   adalah taraf atau tinggi rendahnya. Setiap orang  memakai berbagai cara untuk mempertahankan diri melawan penolakan, permusuhan, dan persaingan dengan orang  lain. Orang normal mampu menggunakan bermacam-macam  strategi pertahanan disesuaikan dengan masalahnya,  sedangkan orang neurotik secara kompulsif memakai  strategi pertahanan yang sama yang pada dasarnya tidak produktif. Horney menemukan 10 kebutuhan neurotik  yaitu kebutuhan yang timbul sebagai akibat dari usaha menemukan pemecahan-pemecahan masalah gangguan  hubungan antara manusia.
 1. Kebutuhan kasih sayang dan penerimaan, yaitu  keinginan membabibuta untuk  menyenangkan orang lain  dan berbuat sesuai dengan harapan orang lain.
2.Kebutuhan partner yang bersedia mengambil alih  kehidupannya, yaitu tidak memilik  pepercayaan diri,  berusaha mengikatkan diri dengan partner yang kuat.
3.Kebutuhan membatasi diri pada lingkup yang sempit,  yaitu berusaha untuk tidak menari perhatian, menjadi  orang kedua, puas dengan yang serba sedikit.
4.Kebutuhan kekuasaan, yaitu keinginan untuk berkuasa dan tidak menghormati orang lain memuja kekuatan dan  melecehkan kelemahan biasanya dikombinasikan dengan
5.Kebutuhan prestise dan kepemilikan, terwujud sebagai kebutuhan mengontrol orang lain dan menolak perasaan lemah atau bodoh.
6.Kebutuhan mengeksploitasi orang lain, yaitu takut  menggunakan kekuasaan secara terang-terangan, menguasai orang lain melalui eksploitasi dan superiorita  intelektual.
6.Kebutuhan pengakuan sosial atau prestise, yaitu  kebutuhan memperoleh pengharagaan yang sebesar-besar- nya di masyarakat
7.Kebutuhan menjadi pribadi yang dikagumi, yaitu  memiliki gambaran diri yang melambung  dan ingin  dikagumi atas gambaran itu bukan atas siapa sesungguh nya mereka.
8.Kebutuhan ambisi dan prestasi pribadi, yaitu  memiliki dorongan untuk menjadi yang terbaik
9.Kebutuhan mencukupi diri sendiri dan independensi,  yaitu cenderung memisahkan diri Dan tidak mau terikat dengan orang lain untuk membuktikan bahwa mereka bisa hidup  tanpa orang lain.
10.Kebutuhan kesempurnaan dan ketaktercelaan, yaitu  berjuang untuk menjadi yang paling sempurna untuk membuktikan harga diri dan superioritas pribadinya, sangat takut akan kesalahan dan berusaha mati-matian menyembunyikan kelemahannya dari orang lain.
 Konflik Intrapsikis
 Kecenderungan neurotik yang timbul dari kecemasan dasar, berkembang dari hubungan anak dengan orang lain.  Dinamika kejiwaan yang terjadi menekankan pada konflik budaya dan hubungan antar pribadi. Dalam hal ini  Horney tidak mengabaikan faktor intrapsikis dalam  perkembangan kepribadian. Menurutnya, proses  intrapsikis semula berasal dari pengalaman hubungan  antar pribadi, yang sudah terjadi menjadi bagian dari sistem keyakinan, proses intrapsikis itu mengembangkan eksistensi dirinya terpisah dari konflik  interpersonal.  Ada empat macam konsep diri :
  1. Diri rendah ( Despised Real Self ), Konsep yang 
    salah tentang kemampuan diri, keberhargaandan kemenarikan diri, yang didasarkan pada evaluasi orang lain yang dipercayainya, khususnya orang tuanya. 
    valuasi negatif mungkin mendorong orang untuk merasa tak berdaya.
  2. Diri Nyata ( Real Self ), Pandangan subyektif 
    bagaimana diri yang sebenarnya, mencakup potensi 
    untuk berkembang, kebahagiaan, kekuatan, kemauan, kemampuan khusus dan keinginan untuk “realisasi 
    diri”, keinginan untuk spontan menyatakan diri 
    yang sebenarnya.
  3. Diri Ideal ( Ideal Self ) , Pandangan subyektif 
    mengenai diri yang seharusnya, suatu usaha untuk 
    menjadi yang sempurna dalam bentuk khayalan, 
    sebagai kompensasi perasaan tidak mampu dan tidak dicintai.
  4. Diri Aktual ( Actual Self ), Berbeda dengan real self yang subyektif, aktual self adalah kenyataan diri seseorang, fisik dan mental apa adanya, tanpa dipengaruhi oleh persepsi orang lain.
Konflik intrapsikis yang terpenting adalah gambaran diri ideal atau ideal self image dengan diri yang dipandang rendah atau despised real self. Membangun diri ideal adalah usaha untuk memecahkan konflik dengan membuat gambaran bagus mengenai diri sendiri. Diri rendah adalah kecenderungan yang kuat dan irasional untuk merusak gambaran nyata diri.
 Sruktur Kepribadian
 1. Diri Ideal ( Ideal Self ),
Horney percaya bahwa makhluk hidup, jika diberikan sebuah lingkungan dengan kedisiplinan dan kehangatan, akan mengembangkan perasaan aman dan percya diri serta kecenderungan untuk memiliki pemahaman diri. Sayangnya, pengaruh-pengaruh negatif awal sering kali menghambat kecenderungan alami seseorang memperoleh pemahaman diri atau mencapai realisasi diri, sebuah situasi yang membuat mereka merasakan perasaan terpisah dan rendah diri. Selain itu juga, terdapat perasaan terpisah dari diri mereka yang semakin berkembang. Oleh karena merasa terpisah dari diri mereka sendiri, maka seseorang merasa harus mendapatkan kepekaan akan identitas (sense  of identity) yang stabil.
2. Menghina Diri (despise self)atau Kebencian Diri
Orang neurotik yang mencari keagungan tidak pernah  puas dengan dirinya sendiri, karena mereka akhirnya  menyadari bahwa diri nyata tidak cocok dengan diri  idealyang mereka dambakan. Mereka kemudian mulai  membenci dan memandang rendah dirinya sendiri. Horney mengemukakan 6 cara orang mengekspresikan kebencian  diri itu :
     – Menuntut kebutuhan kepada diri tanpa ukuran  (relentles demands on the self)
     – Menyalahkan diri tanpa ampun (merciless self- accusation)
     – Menghina diri (self-contempt)
     – Frustasi diri (self-frustation)
     – Menyiksa diri (self-torment)
     – Tingkah laku dan dorongan diri (self  destructive action and impuls)
Dinamika Kepribadian
Dalam teori psikoanalisis sosial Karen Horney, Ia  menyimpulkan ada 3 sikap dasar yang disebut kecenderungan neurotik dalam mengatasi konflik dasar,  diantaranya :
1. Mendekati orang lain (moving forward people)
Merupakan proses mendekati orang lain yang mengacu  kepada sebuah kebutuhan neurotik untuk melindungi diri dari perasaan ketidak-berdayaan. Usaha pertama yang  dilakukan adalah mereka berusaha mendapatkan kasih  sayang dan penerimaan dari orang lain atau mereka  mencari pasangan yang kuat yang bertanggung jawab  terhadap hidup mereka. Horney (1937) menjelaskan  kebutuhan-kebutuhan ini sebagai “ketergantungan yang  tidak wajar” (morbid dependency), sebuah konsep yang  mendahului istilah “codepedency”.
2. Melawan orang lain (against people)
Dalam pengadopsian strategi melawan orang lain, orang-orang neurotik yang agresif cenderung menanggap orang lain tidak ramah. Sehingga, mereka sama kompulsifnya  dengan orang-orang penurut, dan tingkah laku mereka  juga sama-sama dipicu oleh kecemasan dasar. Daripada  mendekati orang lain dengan selalu menurut dan  bergantung, orang-orang neuritik yang agresif lebih  memilih utuk melawan orang lain dengan cara tampil  kuat dan kejam. Mereka termotivasi oleh keinginan kuat untuk memeras orang lain dan memanfaatkan orang  tersebut untuk kepentingan diri mereka sendiri.
3. Menjauhi orang lain (moving away from people)
Supaya dapat megatasi konflik dasar terisolasi, beberapa orang memisahkan diri dari orang lain dan mengadopsi sebuah kecenderungan neurotik yaitu menjauhi orang  lain. Strategi ini merupakan ekspresi dari kebutuhan  akan kesendirian, kebebasan dan kemandirian. Sama  seperti sebelumnya, masing-masing kebutuhan ini dapat mengarah kepada tingkah laku positif, dan beberapa  orang memenuhi kebutuhan-kebutuhan ini dengan yang  sehat. Akan tetapi, kebutuhan-kebutuhan ini menjadi  neurotik ketika orang-orang berusaha untuk memenuhi  kebutuhan tersebut dengan membuat jarak emosional  antara diri mereka dan orang lain secara terus menerus.
Perkembangan Kepribadian
Ada tiga jenis perkembangan, yaitu:
1. Narcissistic
Orang-orang Narcissistic tampak sangat tinggi dan  percaya diri, tidak punya keraguan, sadar dari bakat  dan keterampilan mereka sendiri. Horney sering berkata, orang-orang yang demikian menyukai anak-anak. Mereka sering menjadi penuh kasih dan dermawan tapi hanya  sebagai antisipasi kemurahan hati kembali.
2. Perfectionistic
     Orang-orang Perfectionistic mendasari rasa mereka dari keadaan diatas para cendekiawan dan standar  moral. Hal yang berada di luar mereka merupakan  kegagalan mereka. Mempunyai standar yang tinggi, yang dapat memberikan orang-orang ini satu perasaan sebagai penguasaan.
 3. Arrogant-vindictive.
Orang-orang Arrogant-vindictive  sangat biasanya mempunyai “particularly bad human experiences”, penghinaan, pengabaian, atau kekejaman seperti itu, dan mereka  yakin bahwa orang lain itu tak jujur dan berhati  dengki. Mereka merupakan pesaing yang tinggi dan  bangga dari kemampuan mereka untuk memperdayakan  yang lain.
DAFTAR PUSTAKA
Jess Feist, Gregory J. Feist . 2010.  Teori  Kepribadian,   Jakarta  :  Salemba Humanika
Alwisol. 2010. Psikologi Kepribadian, Malang :  UMM Press

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: