TEMPER TANTRUM ( Kebiasaan Mengamuk Pada Batita )


ngambek3
Tulisanku kali ini ingin berbagi pengalaman atau share kepada ayah bunda yang sedang atau pernah memiliki batita juga untuk calon ayah bunda yang kelak akan mengasuh buah hati tercinta.
Adakah orang tua yang tidak pernah mengalami buah hati batita tiba-tiba mengamuk atau merajuk ? atau bahkan menjadi kebiasaan mengamuk manakala setiap keinginannya tidak terpenuhi atau tidak mampu melakukan sesuatu ? Kemungkinan hanya sedikit yah , rata-rata ayah bunda pernah mengalami hanya bentuk dan intensitasnya yang berbeda.

ngambek5
Temper Tantrum ( Mengamuk ) biasa terjadi pada anak dan normal. Tantrum pada Batita biasanya tampil dalam bentuk berguling-guling di lantai, duduk di lantai sambil menghentak-hentakan kaki, menjerit, meraung maupun dalam bentuk ledakan emosional lainnya.
Memang sangat tidak nyaman misalnya dalam satu acara resmi tiba-tiba buah hati kita menangis sambil berteriak bahkan berguling-guling, ada juga yang sambil melempar barang yang terdekat yang dapat diraihnya. Atau ketika kita sedang asyilk berbelanja dengan keluarga buah hati kita histeris karena tidak dibelikan mainan yang diinginkannya. Tidak sedikit pula anak yang memiliki kebiasaan buruk merajuk dan tantrum ( Mengamuk ) ketika ayah bunda sedang menerima tamu atau terlibat percakapan yang serius sehingga terpaksa dipenuhi apa yang diinginkannya saat itu, sungguh repot dan berdampak buruk jika hal ini selalu terjadi.
Tantrum yang sering terjadi di Lantai ruang tamu di rumah, di pasar swalayan, di perjalanan dalam mobil, di rumah teman, di hadapan tamu, atau di tempai ramai lainnya sungguh amat menyiksa ayah bunda atau pengasuh, jika dibiarkan akan menjadi prilaku yang menetap.

Memang tidak setiap anak kecil yang berusia 2-3 tahun menunjukkan tantrum. Prilaku ini dapat dipicu oleh beberapa hal. Penyebab utama tantrum biasanya adalah Frustasi ( rasa kecewa ) yang bisa timbul karena :
-Tidak bisa melakukan sesuatu karena belum memiliki keterampilan yang
diperlukan untuk itu.
-Sesuatu berlangsung tidak sesuai dengan harapannya.
-Diminta menghentikan sesuatu yang sedang ingin dilakukannya.
-Diminta melakukan sesuatu yang tidak diinginkannya.

Ayah bunda dapat mengendalikan tantrum dengan meminimalkan frustasi anak-anak pada usia ini, tetapi tidak dapat sepenuhnya hilang, butuh waktu dan kesabaran. Karena pada usia ini anak-anak dalam proses belajar melalui lingkungan sekitar.

Ayah Bunda disarankan tidak mudah menyerah ketika menghadapi si kecil yang sedang tantrum, jika anda menyerah petanda anda telah berhasil dikuasai oleh sikecil, dan tentunya ia akan mengulangi kembali tantrumnya ketika menginginkan sesuatu.

Hal-hal yang dapat dilakukan Ayah Bunda untuk menghadapi anak yang tantrum antara lain :
-Dapatkan perhatian anak sebisa mungkin, hentikan apa yang sedang kita kerjakan,
mendekatlah sehingga jarak dalam jangkauan lengan.
-Perintahkan dengan tegas tanpa emosi negative agar si kecil menghentikan
perbuatannya, atau harus melakukan time-out sampai dia menghentikan tantrumnya.
Time-out bisa dilakukan dengan meminta anak pergi ke suatu tempat misalnya kamar
tidurnya atau tempat yang ditentukan. Pastikan anak tidak akan melukai dirinya
sendiri atau merusak barang-barang sekitar ketika dilakukan time-out
-Jangan memeluk, menunjukkan dukungan, menghibur atau cara-cara yang memberikan
perhatian positif, hal ini membuat anak merasa punya peluang dapat terpenuhi apa
yang diinginkannya dan melajutkan tantrumnya.

Memberlakukan Time-out sering kali berhasil untuk meredakan dan menghilangkan tantrum si kesil. Akan tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan,
-Tantrum yang dilakukan ketika kita sedang menerima tamu dan diantaranya juga ada
anak-anak seusianya, maka yang harus kita lakukan adalah meminta anak pergi ke
ruanga lain d member pesan penting , yaitu “ kamu boleh kembali ke ruangan ini
apabila sudah bisa menguasai atau mengendalikan dirimu, dan kami terima kamu
kembali bergabung bersama kami”
-Bersiap untuk tahan dengan suara- suara gaduh dari ruangan time-out , mungkin
kita merasa gelisah mendengar si kesil dalam kesulitan seperti itu dan naluri
alami anda ingin mencoba untuk menenangkan dan menghiburnya, hal ini tidak boleh
dilakukan karena akan memperburuk tantrum.
-Memastikan anak tidak melukai dirinya sendiri, orang lain atau merusak barang-
barang.
-Tetap tenang dan tidak ikut mengamuk, sebaiknya menghindar atau meninggalkan
ruangan jika kita khawatir timbul amarah yang akan mengobarkan situasi.
-Tidak mencoba untuk membuat alas an-alasan dengan anak, karena saat ini dia tidak
bisa mendengar kita ( dan tidak menginginkannya ).
-Untuk anak yang lebih besar tantrumnya kadang disengaja, mengabaikan perhatian
sepenuhnya akan mencadi cara terbaik.

Semoga tulisan diatas dapat memberikan manfaat kepada ayah bunda yang mengalami buah hati yang sering tantrum.

About siti bahiyah

Siti Bahiyah, S.Pd Latar belakang Pendidikan Matematika IKIP Muhammadiyah Jakarta, sangat tertarik dengan dunia Parenting dan perkembangan anak usia dini hingga remaja, bersama suami dan dua orang putra menggali pengalaman dan menyelami samudra luas dunia anak dan remaja menuju The Best Parent and The Best Children , untuk itu saya memutuskan untuk kembali belajar dan selalu belajar dengan menempuh studi dengan jurusan yang berbeda yaitu Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana. Rela meninggalkan profesi lama sebagai guru bidang studi Matematika dan Insya Allah mengikuti kata hati bercita-cita menjadi seorang Konsultan Pendidikan dan Penulis Buku Parenting. Mohon doa dan supportnya. Salam semangat untuk para orang tua, anak-anak dan remaja.

Posted on Mei 20, 2014, in Menjelajah Dunia Anak. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: