LINGKUNGAN DAN PERKEMBANGAN ANAK


Image

Salam bahagia untuk para orang tua yang selalu semangat menjelajahi samudra terdalam putra-putri kita.

Kali ini aku akan berbagi cerita tentang Baim, putra pertamaku usia 17 tahun, kelas XII

Lahir di tangerang 1996,  anak yang aktif  senang bermain Lego dan bermain peran dengan mainan robot super hero kesukaannya, pandai memainkan suara untuk memerankan beberapa tokoh sendirian  ktika usianya yang belum mencapai 3 tahun.  Baim  adalah seorang anak yang menyenangkan, tidak rewel, mandiri dan sangat komunikatif dengan  kami sebagai orang tua walaupun dari pagi hingga sore hari dia hanya bersama pengsuh karena kami tinggal bekerja.

Tahun 1998 kami hijrah ke Riyadh, Arab Saudi karena ayah Baim mendapat tugas dinas di Kedutaan Besar RI sebagai tenaga pengajar di Indonesian International School,Riyadh.

Lingkungan dan teman bermain yang terbatas juga bahasa yang belum dia mengerti menjadi masalah untuknya di bulan-bulan pertama tinggal di negeri orang, sampai memasuki usia sekolah Taman Kanak-kanak sisa hari-harinya hanya dihabiskan dengan bermain game di computer dan seperti kebiasaan ketika di Indonesia menghabiskan waktu dengan mainan-mainan kesukaanya. Hanya di hari libur Baim dapat berkumpul dengan teman-teman sebayanya untuk menikmati keceriaan indahnya masa kanak-kanak.

Tak banyak yang bisa dilakukannya sebagai anak yang sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan pesat di usianya.

Di usia 7 tahun kelas 1 Sekolah Dasar Baim kembali ke tanah air, melanjutkan sekolah di sebuah Sekolah Dasar Negeri di Jakarta. Memulai petualangan  dengan tempat tinggal,  lingkungan dan teman baru lagi membuat Baim seperti bayi yang baru mulai berjalan dan mengenal lingkungan. Sifat ingin tahu terhadap hal-hal yang belum pernah dia temui ketika di Riyadh membuat Baim nampak seperti anak yang norak dan bodoh karena pengetahuan yang minim tentang kebiasaan yang terjadi di lingkungan tempat tinggal dan di sekolah.

Di kelas  Baim menjadi anak yang kehilangan konsentrasi dalam belajar dan menjadi  hiperaktif  karena terlalu sibuk memperhatikan dan melakukan hal lain yang tidak berkaitan dengan pelajaran ketika KBM berlangsung, sering berpindah tempat duduk, berjalan-jalan di kelas dan tentunya menyebabkan tugas yang diberikn guru seringkali tidak tuntas.  Tak sedikit guru mencap dia sebagai anak yang nakal dan bandel

            Sebagai orang tua kami selalu memberikan bimbingan, arahan dan motivasi padanya, selalu berkomunikasi dalam hal yang sekecil apapun, kami memotivasinya dengan selalu mengatakan bahwa Baim adalah anak yang cerdas, tidak bodoh ataupun nakal, tak seorangpun berhak mengatakan itu karena kamilah memahami kondisi Baim sebenarnya. Wali kelasnya  selalu memotivasi kami agar tidak patah semangat untuk  membimbing dan mengarahkannya dalam  mengatasi masalah ini, karena Baim bukanlah anak yang bodoh terbukti hasil dari tes IQnya menjelaskan bahwa dia adalah  anak yang cerdas dibanding teman-temannya di sekolahnya dan selalu masuk dalam peringkat sepuluh besar  bahkan acap kali dia dapat menjawab persoalan matematika yang sulit yang ketika itu teman-teman sekelasnya tidak dapat menjawab, hanya Baim yang dapat menyelesaikannya dengan tepat.  Membutuhkan  waktu yang cukup lama untuk mengembalikan konsentrasinya dalam belajar, dan membangkitkan rasa percaya dirinya.

            Beberapa tahun berselang dengan kondisi yang tidak menunjukan kemajuan, kami berfikir untuk mencari suatu kegiatan yang dapat menyalurkan eneginya untuk hal  positif dan melatih konsentrasinya agar bisa focus ketika melakukan sesuatu.

Ketika Baim naik ke kelas 4, sekolah membuka pendaftaran anggota Marching Band dan Pramuka, kami segera menghubungi pelatihnya untuk mendaftarkan Baim sebagai anggota group itu, tahap awal pelatih hanya mengizinkan Baim memainkan alat simbal karena postur tubuhnya yang kecil. Baim sangat berkeinginan memainkan alat Triotam, alatnya besar tak seimbang dengan ukuran tubuhnya, dan iramanyapun cukup sulit dipelajari bagi anak yang tidak berbakat, demikian penjelasan pelatihnya. Keinginan yang luar biasa membuat Baim seringkali melihat dan mendengarkan pelatihnya ketika menciptakan sebuah irama, Baim langsung bisa menirukan dan memainkannya dengan menggunakan stick drum yang dipukulkannya di meja kelas, memperhatikan hal itu,  pelatihnya memberikan kesempatan padanya untuk beralih ke triotam,  dan di luar dugaan Baim dapat menguasai dengan cepat dan amat terampil memainkan alat itu.

            Dengan tampil di beberapa event dan mengikuti kejuaraan Marching band rasa percaya dirinya mulai tumbuh, konsentrasi belajarnya semakin membaik, tidak lagi melakukan hal-hal yang tidak berkaitan dengan belajar ketika di kelas, lebih tertib, teratur dan prestasinyapun meningkat. Untuk menyalurkan bakat seninya kami mengikut sertakan Baim dalam sebuah sanggar dimana dia bisa mempelajari teknik vocal, modeling dan drama, impiannya yang semula ingin menjadi seorang pelukis dan komikus beralih ingin menjadi seorang aktor. Kami selalu memotivasi dan mensuport apa yang menjadi keinginan dan cita-citanya walaupun seringkali berganti, sangat wajar seorang anak memimpikan ingin menjadi sesuatu yang membuat orang tua dan dirinya bangga dan merasa dihargai oleh orang lain sebagai eksistensi diri.

Lulus Sekolah Dasar dengan nilai yang cukup baik dan dapat melanjutkan ke SMP negeri serta melanjutkan ke SMA pavorite yang impikan sesuai semangat dan motivasi dari kami agar Baim bisa bersekolah di SMA yang sama bersama dengan teman-teman yang berprestasi baik ketika di SD. Kami selalu memberikan dorongan dan semangat untuk tetap optimis dalam meraih cita-cita, selalu berkomunikasi intens dengan kami dan senantiasa menjaga keimanan dan tekun beribadah dimanapun berada, sehingga tumbuh mental yang kuat serta tidak mudah terpengaruh dengan pergaulan yang kurang baik, penuh percaya diri dalam pergaulan di sekolah maupun di masyarakat.

About siti bahiyah

Siti Bahiyah, S.Pd Latar belakang Pendidikan Matematika IKIP Muhammadiyah Jakarta, sangat tertarik dengan dunia Parenting dan perkembangan anak usia dini hingga remaja, bersama suami dan dua orang putra menggali pengalaman dan menyelami samudra luas dunia anak dan remaja menuju The Best Parent and The Best Children , untuk itu saya memutuskan untuk kembali belajar dan selalu belajar dengan menempuh studi dengan jurusan yang berbeda yaitu Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana. Rela meninggalkan profesi lama sebagai guru bidang studi Matematika dan Insya Allah mengikuti kata hati bercita-cita menjadi seorang Konsultan Pendidikan dan Penulis Buku Parenting. Mohon doa dan supportnya. Salam semangat untuk para orang tua, anak-anak dan remaja.

Posted on Desember 24, 2013, in Menjelajah Dunia Anak and tagged . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Nice post, bisa dijadikan contoh dalam mengarahkan anak terutama dalam masa pertumbuhan. Salam untuk Baim

    Mohon mampir & comment ya ke http://lovenroll.wordpress.com/🙂

  2. terima kasih sudah membaca dan memberi tanggapan, semoga bermanfaat, mohon kritik dan sarannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: