Begitu Dahsyatnya Perkembangan Teknologi Mempengaruhi Anak


“ Minta PIN BB nya donk ! “
“ Hari gini ga punya BB, kamse upay ! “
“ gak keren kalo gak mengikuti perkembangan Gadget … “
“ Ach … payah kamu gak nyambung kalo diajak ngobrolin game online yang sedang ngetrend “
Beberapa ungkapan di atas adalah kalimat yang sering terlontar dan kita dengar di kalangan anak-anak dan remaja yang sedang berkumpul baik di lingkungan rumah, di jalan, di tempat hiburan bahkan di sekolah.
Penomena ini membuatku tertarik untuk menulis, beberapa kejadian akhir-akhir ini sering ku temui dan menarik perhatianku.
Di perjalanan menuju ke Sekolah tempatku mengajar melintas seorang pelajar mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi dengan tangan kiri tetap bermain keypad handphonenya dengan mata yang
tidak menatap jalan, tetapi tetap memandang jari-jemarinya yang lincah menuliskan sebuah pesan, wuihhhh … sungguh hebat !, untung saja tidak menabrak kendaraan lain yang ada di depannya, atau seorang bocah kecil yang tiba-tiba keluar dari rumah berlari menyebrangi jalan.
Sesampai di muka gerbang sekolah, seorang siswi berjalan dengan santainya, dan sama sekali tak mendengar ketika aku membunyikan klakson sepeda motorku karena jalanku terhalang olehnya, sekali,
dua kali bahkan
sampai ketiga kalinya aku membunyikan klakson tetap tak juga bergeser meberiku jalan, tetap santai dan gemulai melangkah,
astaghfirullah … aku sampai berucap saking herannya, kali ini kubunyikan sekali lagi klakson dengan tidak melepas tekanan ibu jariku dari klakson mengiringi jalannya siswa tersebut, bahkan sampai rok seragamnya menyentuh roda depan sepeda motorku, terus kuikuti hingga dia berhenti tepat di ruang absen finger machine karena kami sama-sama harus berburu mesin itu untuk laporan
kehadiran agar tidak terlambat, siswi tersebut tetap tidak merasa ada kesalahan yang telah dia lakukan.
Ketika mataku terbelalak dan bertanya padanya, “ mengapa dia tak memberiku jalan ? “, oh my god … ternyata dia mengenakan headset di kedua telinganya dengan full volume, astaghfirullah .. aku sampai beristighfar berkali-kali, terheran-heran, tak bisakah sekejap saja lepas dari hipnotis gadget yang membuainya sehingga kehilangan separuh akal sehatnya ?
Sekali lagi…untung tidak tertabrak kendaraan yang ada di belakangnya Karena tak mendengar ketika diberi tanda untuk menepi karena ada kendaraan yang ingin lewat.
Cerita di atas merupakan gambaran peserta didik yang tidak bisa memilah dan memilih dimana dan kapan waktu yang tepat menggunakan gadgetnya. Gadget adalah suatu perangkat elektronik yang memiliki fungsi khusus pada setiap perangkatnya. Contohnya computer, handphone, game console dan lainnya.
Sadar maupun tidak, daya konsentrasi mereka terenggut oleh tipu daya yang mengasyikkan dari piranti-piranti gadget yang berat untuk mereka tinggalkan. Sebagai contoh ke “gilaan” akan game online mendorong mereka untuk melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri, mulai dari membolos sekolah, menggunakan uang SPP untuk kepentingan bermain game bahkan sampai mencuri, jangankan untuk konsentrasi belajar di kelas, untuk beristirahat dan makan yang cukup saja mereka tak mampu memilih waktu.
Kondisi di atas sangat berpengaruh kepada kemajuan prestasi peserta didik, karena mendapat kesulitan untuk berkonsentrasi, yang dapat menurunkan mental dan daya saing mereka.Merupakan suatu tantangan yang berat, menyampaikan materi di depan kelas ketika peserta didik dalam keadaan belum siap menerima ilmu, belum bisa berkonsentrasi karena fikiran dan lamunan melayang-layang entah kemana.
Demikian kuatnya sinyal pengaruh kemajuan teknologi ketimbang sinyal guru yang cuap-cuap di depan kelas menjelaskan materi pelajaran, sehingga melumpuhkan sinyal-sinyal lain yang selama kurang lebih
8 jam berusaha menembus otak mereka, tapi sia-sia.
Demikianlah perumpamaan antara peserta didik sebagai penerima sinyal dan guru sebagai sinyal yang mentransfer ilmu pengetahuan. Manakala mereka bisa memanfaatkan secara tepat dan benar, banyak hal-hal positif yang dapat mereka ambil sebagai bahan dan sarana belajar, sebaliknya salah penggunaan akan berakibat fatal yang dapat menghambat peserta didik dalam belajar bahkan mengalami kegagalan.
Bukan saja di sekolah, di lingkungan rumahpun perlu diwaspadai, ketika ruang dan lahan bermain mereka tak lagi menarik maka mereka akan membentuk kelompok dimana mereka bisa secara sembunyi ke tempat yang orang tua tidak ketahui untuk bermain-main dengan gadget sekedar menikmati game anak-anak semata,
bahayanya mereka sempat mengunjungi situs-situs dewasa yang belum layak mereka ketahui. Hal tersebut tentu akan mengotori otak dan fikiran mereka di usia belia.
Untuk itu kita sebagai praktisi pendidikan dan orang tua hendaknya memberikan pengertian tentang perkembangan teknologi yang pesat di era globalisasi, piranti-pirantinya agar bisa digunakannya secara tepat dan benar untuk kepentingan yang mendukung peningkatan prestasi dan pengembangan diri serta lifeskill yang membanggakan.
Pendidikan tentang keimanan dan ahklak juga penting untuk membentengi diri anak-anak kita dari pengaruh kemajuan zaman.

About siti bahiyah

Siti Bahiyah, S.Pd Latar belakang Pendidikan Matematika IKIP Muhammadiyah Jakarta, sangat tertarik dengan dunia Parenting dan perkembangan anak usia dini hingga remaja, bersama suami dan dua orang putra menggali pengalaman dan menyelami samudra luas dunia anak dan remaja menuju The Best Parent and The Best Children , untuk itu saya memutuskan untuk kembali belajar dan selalu belajar dengan menempuh studi dengan jurusan yang berbeda yaitu Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana. Rela meninggalkan profesi lama sebagai guru bidang studi Matematika dan Insya Allah mengikuti kata hati bercita-cita menjadi seorang Konsultan Pendidikan dan Penulis Buku Parenting. Mohon doa dan supportnya. Salam semangat untuk para orang tua, anak-anak dan remaja.

Posted on Desember 15, 2012, in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: