Kenanganku di Riyadh Saudi arabia


mama14KENANGANKU DI RIYADH SAUDI ARABIA
Buat teman-temanku yang masih berada di Riyadh, salam kangen dari kami sekeluarga di sini. Semoga kita masih bisa bertemu lagi mengulang kenangan manis. Tulisan ini telah lama tersimpan , kali ini sengaja aku terbitkan, dengan harapan kita masih saling bersilaturahmi walau di dunia maya.

Syukur Alhamdulillah, kami diberi kesempatan untuk merasakan bagaimana rasanya merantau ke luar negeri.Tahun 1998 tepatnya di bulan oktober, ketika negeri ini sedang mengalami krisis eknomi, kerusuhan terjadi di mana-mana, harga kebutuhan pokok melambung tinggi, terutama harga susu yang naik 4 kali lipat, padahal saat itu anak kami yang pertama baru berusia 2 tahun 9 bulan yang sedang lahap-lahapnya menyusu ( aku tidak sempat menyusui di siang hari karena bekerja). Kami sempat hidup prihatin dalam situasi krisis di negeri ini. Berkat rizki dari Allah . . . kami terlepas dari masalah tersebut, karena kebetulan suamiku mendapat tugas mengajar dari Depdikbud (Depdiknas-sekarang ) pada Internasional Indonesian School ( Sekolah Indonesia ) di Riyadh Saudi Arabia.
Musim dingin di oktober 1998, aku beserta anakku tiba di Riyadh, kurang lebih sebulan setelah keberangkatan suamiku. Karena kami tidak berangkat bersamaan atas permintaan Biro kerjasama Luar Negeri Depdikbud. Pesawat Garuda dengan nomor penerbangan 983 yang mengantarku sampai ke bandara King Khalid Riyadh. Di sana aku dijemput oleh seorang petugas dari konsuler Kedutaan besar RI, suamiku, dan beberapa teman dari Sekolah Indonesia. Wah . . .’ kota lampu ‘ . . . itu kesan pertama ketika pesawat hampir mendarat pukul 8 malam waktu Saudi, terlihat dari atas pesawat pemandangan lampu-lampu yang gemerlap, mungkin dikota ini tidak terpikir berapa biaya listrik yang harus dikeluarkan untuk penerangan semacam itu, maklum di Indonesia biaya listrik mahal, jadi aku sempat terkagum-kagum. Perjalanan dari bandara menuju Sekolah Indonesia ( tempat sementara suamiku tinggal ) memakan waktu sekitar satu jam. Aduh, senangnya sampai di tempat kami disambut teman-teman yang semuanya dari Indonesia.
Riyadh, ibukota Saudi Arabia . . . kalau di sini semacam wilayah Sudirman- Thamrin. Kebanyakan yang tinggal di sini datang dari berbagai Negara, mereka datang dengan tujuan untuk bekerja, diantaranya suamiku.Riyadh kota cosmopolitan, selalu ramai terutama di bulan Ramadhan, restoran dan supermarket buka 24 jam non-stop atau di musim panas yang mana kebiasaan orang disini keluar rumah di atas jam 9 malam karena siang hari sangat panas mencapai 50 derajat celcius. Sementara di musim dingin agak sepi, karena baik siang atau malam orang agak segan keluar rumah karena hawa dinginnya yang menusuk tulang.Jika terpaksa keluar rumah yah . . . kita ambil waktu di siang hari ketika matahari bersinar kuat jadi agak hangat.
Oum Al Hammam Gharby, disinilah kami tinggal.Kami menyewa sebuah rumah yang terdiri dari 3 lantai. Kami kebagian di lantai 3, orang Arab bilang di ‘Soto’, bukan soto yang kita kenal di Indonesia yang merupakan nama makanan, tapi ‘soto’ adalah sebutan bagian rumah yang terletak di lantai paling atas, di soto ini terdapat lapangan yang bisa digunakan untuk main bola atau bersepeda, karena kebetulan kami punya anak kecil yang perlu tempat bermain. Tetangga kami di lantai 2 berasal dari Eritrea, Afrika dan di lantai 1 berasal dari Pakistan. Mereka semua baik dan ramah, beberapa kali kami mendapat undangan untuk sekedar minum teh dan ngobrol ringan walaupun dengan bahasa Iggris dan Arabku yang pas-pasan, untung waktu masih sekolah dulu aku sempat mengikuti kursus bahasa Inggris dan bahasa Arab sudah kupelajari sejak aku tinggal di pesantren dan sekolah di MAN. Lokasinya tempat kami tinggal cukup strategis karena dekat dengan Diplomatic Quarter ( satu kawasan tempat para diplomat tinggal, mulai dari Duta Besar dan home staffnya ) juga rumah para pageran dari raja Saudi Arabia.
Seperti yang kita ketahui, Wanita-wanita Arab memang tidak diperkenankan bekerja, dan beraktifitas di luar. Kecuali didampingi suami. Demikian juga aku , , , seperti halnya wanita arab dan teman-teman lain dari Indonesia, kerjaku hanya dirumah, menunggu suami pulang dari kerja sambil mengasuh anak. Tidak banyak hal yang dapat kulakukan di sini. Cukup menjemukan memang, semula aku bekerja ( mengajar) di luar rumah, disini aku harus terkurung di rumah, dengan pemandangan tembok tanpa jendela dan tidak tau matahari sudah terbit atau belum ( itu yang sering dipertanyakan anakku ) kecuali pintu rumah yang terbuat dari besi tebal dibuka.

Bersambung . . .

About siti bahiyah

Siti Bahiyah, S.Pd Latar belakang Pendidikan Matematika IKIP Muhammadiyah Jakarta, sangat tertarik dengan dunia Parenting dan perkembangan anak usia dini hingga remaja, bersama suami dan dua orang putra menggali pengalaman dan menyelami samudra luas dunia anak dan remaja menuju The Best Parent and The Best Children , untuk itu saya memutuskan untuk kembali belajar dan selalu belajar dengan menempuh studi dengan jurusan yang berbeda yaitu Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana. Rela meninggalkan profesi lama sebagai guru bidang studi Matematika dan Insya Allah mengikuti kata hati bercita-cita menjadi seorang Konsultan Pendidikan dan Penulis Buku Parenting. Mohon doa dan supportnya. Salam semangat untuk para orang tua, anak-anak dan remaja.

Posted on Februari 12, 2009, in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink. 15 Komentar.

  1. Assalamu_’Alaikum Wr.Wb…

    Syukran ya ukhty….

    Salam kenal dari ana…

    ‘alaa fikrah, kef najid al-minah ad-diraasiyyah????

    Wassalamu_’Alaikum Wr.Wb…

  2. belum sempat lanjutin ceritanya nih!

  3. ceritaku panjang, jadi belum sempat sampai intinya . . . untuk studi ke Saudi Arabia dari sekarang Ade cari sponsor yang menugaskan Ade untuk belajar di sana. karena tidak sembarang orang bisa. Yang membawa surat resmi sebagai mahasiswa yang ditugaskan belajar. misalnya ; sebagai mahasiswa berprestasi, atau mahasiswa yang diberi kesempatan untuk belajar karena beberapa pertimbangan, atau karena undangan dari Kerajaan Saudi. Di Riyadh ada 2 Universitas Negeri yaitu : King Saud Uninersity ( Jami’ah Malik Saud ) di Indonesia semacam Universitas Indonesia dan Jami’ah Al – Imam ( di Indonesia semacam UIN ) saya yakin dengan kelebihan kemampuan Ade bisa telusuri dari sekarang.
    semoga berhasil . . . dan gak bosen baca cerita saya, tapi maklum ga bisa langsung rampung, karena di sekolah sedang sibuk berbagai kegiatan.

  4. Halo Mba..namaku Ana…seneng rasanya baca tulisan Mba, bisa tahu banyak soal Riyadh dan Arab…apalagi soal International Indonesian School di Riyadh…tapi ada sedikit pertanyaan dan juga kecewa setelah membaca akhir cerita Mba…apakah benar wanita khususnya wanita Indonesia susah cari kerja di sana?? dan apakah International Indonesian School tidak menerima pengajar atau staff perempuan?? dan apakah mereka hanya menerima staff muslim? kebetulan saya kristen, Mbak. Tahun ini saya menikah dan kebetulan calon suamiku kerja dan tinggal di Riyadh. terus terang saya nervous mau pindah ke sana dan saya juga tak suka tinggal saja di rumah… terima kasih sekali mbak sebelumnya..
    Ana

  5. salam kenal Mba Ana..seneng juga rasanya mba sudah membaca tulisan saya yang hanya merupakan diary saya. Dari tulisan saya ..itu hanya merupakan pengalaman pribadi saya, yang kebetulan saya tidak bisa ikut mengajar di Indonesian Internasional School karena kebetulan suami saya PNS yang diperbantukan dan pesan dari Biro Kerjasan Luar Negeri di sini melarang saya ikut mengajar karena untuk menghindari kecemburuan sosial saja. Tpi berikutnya ada kok guru perempuannya, cuma memang diprioritaskan dari DikNas karena bertugas di wilayah Arab dikirim yang Muslim. Tapi jangan khawatir dan nervous dulu Mba… sebab ada juga tempat kerja para wanita di temapt2 khusus yang diperbolehkan. Kalo memang Mba Ana juga seorang guru , coba melamar di Manarat Internasional School, itu lho kalo di jakarta semacam Jakarta Internasional School yang mana studennya adalah anak2 dari berbagai negara. Klo Mba di Riyadh semua orang tahu sekolah itu. Bedanya Indonesian Intrenasional School adalah sekolah untuk orang2 Indonesia yang kerja di sana terutama anak2 para Diplomat dan lokal Staf KBRI, juga anak-anak orang indonesia yang bekerja di luar KBRI. Mungkin untuk yang non muslim ada organisasi khusus juga di sana dimana mbak bisa berkumpul bermasyarakat dan saling mengenal, tidak ada larangan saling bergaul walaupun berbeda agama. Mudah2an dengan tulisan ini dapat menghilangkan rasa kecewa dan nervous untuk tinggal di Riyadh. Wah…Enak lho Mba, disana kita dapat menikmati hidup…jalan2…makan2…shoping …. pokoknya yang enak-enak deh…salam..semoga persahabatn kita dapat berlanjut..keep in touch OK .

  6. oh ya mbak Ana ada yang terlupa, semua warga negara Indonesia yang tinggal di Riyadh bisa datang ke KBRI jika ada acara2, jadi mba juga bisa punya banyak teman dari Indonesia. Kalo non muslim mungkin mbak bisa menjalin persahabatan dengan warga Fhilipine yang juga banyak di Riyadh.

  7. wah makasih sekali mbak sarannya…seneng rasanya bisa dapat cerita dan dukungan…aku bukan guru tapi suka ngajar aja…beberapa kali ngajar di TK, tapi aku sebenarnya jurnalis Mbak…dulu kuliah di psikologi..agak nggak nyambung sih..sebenarnya apapun kerjaannya aku mau coba..karena selama ini emang saya nggak bisa kalo harus tinggal diam di rumah….ok kalo ada apa-apa aku boleh tanya ke Mbak yah..email saya galihneh@yahoo.com

  8. ok Mb Ana dengan senang hati saya akan memberikan informasi yang sy tahu. semoga banyak manfaat dan sesuai yang mba butuhkan. Email saya : bahiyahsiti@yahoo.com dan facebook : siti bahiyah. Salam sukses selalu untuk mba dan calon suami.

  9. assalamu’alaikum….salam dari gurun…^^, sudah ada di indo, mbak?

  10. R.Arif Firmansyah

    mba saya dalam keadaan kesulitan dan bingung

  11. saya mencoba memberikan info hanya yang saya tahu saja, dan mencoba memberikan solusi sesuia kemampuan saya, mohon maaf jika tidak sesuia dengan yang diharapkan. Berdoalah dan berserah diri pada Allah. Semoga Dia memberikan jalan yang terbaik untuk kita.

  12. Assalamualaikum
    mba, kalau mau kuliah dengan biaya sendiri kira2 untuk kuliah s1 sama biaya hidup butuh berapa ya? syukron

  13. salam..maaf baru mulai update blog

  14. salam dari kota subtropis

  15. Assalamualaikum,perkenalkan sy firda ibu 2 org ank,suami sy sebagai TKI di riyadh bru satu tahun dan mendapat kontrak 4thn d riyadh,suami sy berniat utk kembali lg k riyadh utk bkrja stlh 4 thn berlalu dgn membawa sy serta ank2,tp sy khawtir dgn sekolah ank dan biaya sekolah di sana,dan ank sy sekolah tdk di antar,krn dr yg sy tau dan d tambah dr artikel ibu wanita di sana tidak bisa keluar rumah.Mungkin ibu ada solusi dari kegundahan sy ini.trims semoga kita bisa tetap bisa menjaga silaturahmi walaupun di dunia maya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: