Parenting

MELATIH ANAK MENGGUNAKAN DAN MENERIMA JAWABAN ‘TIDAK‘.

Setiap Orang dalam kehidupan sehari-hari sering melakukan yang namanya ‘meminta’, atau mengajukan permintaan.Baik dengan teman sebaya, orang tua terhadap yang lebih muda, yang muda kepada yang lebih tua, kakak kepada adik atau sebalinya, juga orang tua kepada anaknya.
Yang akan dibicarakan disini adalah kebiasaan anak mengajukan permintaan kepada orang tuanya. Alhasil, jawaban dari permintaan tersebut bisa ‘ya’ atau ‘tidak’.
Seseorang akan merasa puas jika memperoleh jawaban ‘ya’ karena keinginannya dapat terpenuhi, akan tetapi jika memperoleh jawaban ‘tidak’, rasa tidak puas, kecewa, marah yang akan timbul. Emosi ini muncul karena manusia merasa sebagai mahluk yang penuh kekuatan.

Berdasarkan pengalaman, seorang anak biasanya mengajukan permintaan dengan caranya sendiri, baik dengan cara langsung mengutarakan permintaannya sampai dengan cara merengek dan menangis. Jika menjawab ‘tidak’ saat itu, mareka akan marah, mendongkol, melempar barang-barang bahkan memukul.. Mereka berfikir dengan perlakuannya dapat mengubah fikiran orang tua menjadi memenuhi apa yang diminta. Naifnya lagi ada sebagian orang tua yang merasa tidak tega, lantas mengubah jawaban ‘tidak’ menjadi ‘ya’. Hal ini akan mengajarkan mereka untuk melanjutkan prilaku buruk tersebut pada kesempatan lain.

Sebagai orang tua kita harus sedini mungkin melatih mereka agar bisa mengendalikan emosi pada saat kecewa atau marah, dan mendapatka kembali ketenangan dirinya. Jika merasa sakit hati atau tidak puas, dapat berusaha membuat diri merasa nyaman. Salah satu cara mengajarkan mengendalikan emosi adalah : berlatih menggunakan dan menerima kata ‘tidak’ sebagai jawaban. Ajarkan anak-anak cara mengajukan permintaan dengan sopan, tanpa menghiraukan apakah jawabannya ‘ya’ atau ‘tidak’. Pada saat yang sama ajari mereka menerima jawaban ‘tidak’.

Jika kita menginginkan anggota keluarga :

– Memahami bahwa memukul, menangis, merengek, berdebat,
memohon, membela diri atau menukar sesuatu tidak selalu dapat
mengubah jawaban ‘tidak’ menjadi ‘ya’.
– Mendengarkan anda saat mengatakan ‘tidak’, bukan justru
mengabaikan anda.
– Belajar menghadapi perasaan kecewa, marah, dan tidak puas.
– Memberikan jawaban yang jelas, dan tidak mengatakan ‘mungkin’
atau ‘lihat saja nanti’ yang tidak jelas maknanya.
– Tidak takut mengatakan ‘tidak’ meskipun orang lain akan bereaksi
negatif.
– Belajar menghentikan emosi, bahkan ketika sedang sangat senang
atau sangat sedih.
– Belajar untuk berhenti dengan segera saat seseorang meminta untuk
berhenti melakukan sesuatu yang mengganggu.

Beberapa latihan yang dapat dilakukan orang tua agar anak-anak dapat menerima jawaban ‘tidak’ :

– Abaikan ( dengan tidak memberi komentar ) atas rengekan,
permohonan, bantahan, dan keluhan anak-anak.
– Hargai hak anak untuk menjawab ‘tidak’ atas permintaan anda.
– Jika salah satu anggota keluarga selalu menjawab ‘tidak’ saat
dimintai sesuatu, mungkin perlu berlatih mendengarkan orang lain.
– Bantulah anak untuk membedakan antara permintaan dan perintah

  1. Siip deh tuh artikel … setuju 100 %
    kata “tidak” memang menyakitkan dan kadang menantang ego
    Menyikapi kata “tidak” sangat penting sekali dan berani berkata “tidak”.

  2. ok deh sdh sy kah komen yaaaa

  3. hi…….Mba
    apa kabar??????//
    mba pintar sekali ya………
    mungking aku juga ngefence sama tulisan2 mba……

  4. hai juga..kabar baik…terima kasih, tulisan yang saya buat hanya sekedar pengisi waktu luang saya, alhamdulillah jika bermanfaat bagi yang membaca.kritik dan saran sangat saya harapkan.

  5. thanks yah atas komentnya..

  6. wah artikel nya bagus sekali, bu. makasih. bener2 sangat bermanfaat. jika berkenan ijin share ya bu.

  7. terima kasih banyak sudah membaca tulisan saya, silahkan jika ingin menshare semoga bermafaat dan jadi ladang pahala buat kita, amiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: